Minggu, 29 November 2015

karakteristik jamur



                    Jamur

Jamur adalah makhluk hidup eukariota bersel satu atau multiseluler, dan bersifat heterotrof dengan cara menyerap zat organik dari lingkungan. Jamur ada yang bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit. Jamur dapat pula juga melakukan simbiosis mutualisme, seperti pada bintil akar tanaman kacang-kacangan sebagai mikoriza, atau dengan alga berbentuk lumut kerak.

Cara perkembangbiakannya dapat terjadi secara seksual melalui kontak gametangium dan konjugasi, atau secara aseksual dengan pembentuk spora. Jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya dikelompokan dalam kelas deuteromycota.

Jamur ada yang bersifat menguntungkan dan ada yang bersifat merugikan. Beberapa anggota basidiomycota, seperti jamur kuping dan jamur merang, dapat dimakan. Beberapa anggota ascomycota, seperti penicilium, menghasilkan antibiotik.

Minggu, 22 November 2015

PROSES KERJA TELEPON



                     
                                                   proses kerja telepon
Telepon merupakan alat komunikasi  yang digunakan untuk menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya.

                Telepon Seluler atau yang sering disebut Hand Phone atau HP merupakan paduan perpaduan antara Teknologi Telepon dengan Teknologi Radio. Tetapi dalam perkembangannya Teknologi Komputer juga masuk dengan mulus pada telepon seluler ini.

                Sebelum adanya teknologi seluler, setiap orang yang membutuhkan komunikasi bergerak harus memasang Telepon radio di dalam mobilnya. Untuk melayani telepon radio ini, setiap kota didirikan sebuah menara sentral, yang cukup besar agar mampu menjangkau jarak yang cukup jauh, mungkin sekitar 70 km. Menara sentral ini masih mempunyai saluran yang sangat terbatas. Tidak lebih dari 50 saluran, artinya menara sentral tidak akan mampu melayani lebih dari jumlah saluran yang dimilikinya pada saat yang bersamaan, yang mana keadaan seperti ini akan membuat kemampuan untuk melayani telepon radio juga sangat terbatas. Dengan telepon radio / telepon mobil ini berarti kita juga harus mempunyai pesawat transmisi yang kuat yang cukup mampu untuk mengirim sinyal pada jarak yang cukup jauh.

                Teknologi seluler membagi sebuiah kota menjadi sel-sel kecil dengan luas wilayah tertentu. Sistem ini memungkinkan frekuensi yang luas digunakan berkali-kali di seantero kota, sehingga memungkinkan jutaan orang dapat menggunakan telepon sel-sel yang disebut sebagai “Seluler” itu secara bersamaan. Setiap sel memiliki sebuah Base Transmission Station ( BTS ), yang terdiri dari sebuah menara dan sebuah bangunan berisi perlengkapan pemancaran dan penerimaan sinyal telepon. BTS inilah yang akan melayani setiap panggilan telepon selular, menerima sinyal, mengolah, dan kemudian menghubungkan ke nomor yang dituju.

                Karena dalam satu kota atau wilayah terdapat banyak BTS, maka ponsel akan dilayani oleh BTS yang ada di sekitar Ponsel kita, terutama yang paling dekat. Pelayanan ini akan berpindah secara otomatis, manakala telepon kita sedang bergerak dari wilayah layanan BTS yang satu ke wilayah layanan BTS yang lain.




karakteristik protista kelas X



Ciri-ciri protista adalah sebagai berikut:

1.       Bersifat eukariotik, yaitu inti diselubungi oleh membran inti serta organel-organelnya dikelilingi membran.
2.       Respirasi secara aerobik
3.       Sebagian besar bersifat uniseluler beberapa membentuk koloni. Ada juga yang multiseluler, terdiri atas banyak sel. Protista multiseluler memiliki tubuh yang sederhana tanpa jaringan terspesialisasi.
4.       Ada yang bereproduksi secara aseksual dan ada yang secara seksual.
5.       Sebagian protista hidup bebas, tetapi ada juga yang bersimbiosis dengan organisme lain.
6.       Kebanyakan hidup diperairan, yaitu dilaut atau diperairan tawar, seperti kolam, danau, sungai, dan lain-lain.

Pembagian protista adalah sebagai berikut:

                Protista dikelompokan menurut kemiripan dengan kingdom yang lebih tinggi, antara lain protista mirip jamur, yaitu jamur lendir dan jamur air; protista mirip hewan , disebut protozoa; dan protista mirip tumbuhan, yang disebut alga (ganggang).
A.      Protista mirip jamur
Protista mirip jamur adalah protista heterotrop yang memperoleh makanan dan organisme lai dengan cara menguraikan atau menelan (fagositosis) makanan. Contoh protista mirip jamur adalah filum myxomycota (jamur lendir plasmodial), dan oomycota (jamur air).

1.       Myxomycota (jamur lendir plasmodial)
Jamur lendir hanya memiliki beberapa sifat yang mirip dengan jamur sejati. Struktur vegetatif jamur lendir disebut plasmodium, yaitu massa sitoplasma berinti banyak dan tidak dibatasi oleh dinding yang kuat.

Jadi ciri myxomycota yang menyerupai jamur ialah pada waktu stadium badan buah, sedangkan stadium vegetatifnya mirip protozoa ( ameboid ). Stadium miselium (pada waktu berbentuk badan buah) dan atadium vegetif pada dasarnya memiliki struktur yang sama, yaitu senositik dan menunjukan aliran sitoplasma. Perbedaannya adalah sitoplasma pada stadium miselium ini dibatasi oleh dinding badan buah.

2.       oomycota (jamur air)
jamur air ini bersifat heterotrofik, baik secara parasit maupun saprofit. Jamur tersebut mengambil makanan dengan memasukan hifa kedalam jaringan inang, mengeluarkan enzim pencerna dan kemudian mengisap larutan hasil pencernaan.

Hifa pada oomycota mempunyai dinding sel yang mengandung selulosa dan tidak mempunyai septa (senositik). Tiga contoh jamur air adalah antara lain phytophthora, phythium, dan downy mildew.


B.      Alga (protista mirip tumbuhan)
1.       Klasifikasi alga
Alga yang hidup melayang-layang dipermukaan air disebut neuston, sedangkan yang hidup  didasar perairan disebut bentos. Bentos digolongkan menjadi:
a.       Epilitik (hidup diatas batu)
b.       Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir)
c.       Epipitik (melekat pada tanaman)
d.       Epizoik (melekat pada hewan)

Berdasarkan habitatnya diperairan alga dibedakan atas:
a.       Alga subaeria, yaitu alga yang hidup didaerah permukaan.
b.       Alga intertidal, yaitu alga yang secara priodik muncul dipermukaan karena naik turunnya air akibat pasang surut.
c.       Alga sublitoral, yaitu alga yang hidup dibawah permukaan air.
d.       Alga edafik, yaitu alga yag hidup didalam tanah.

2.       Kelompok-kelompok alga
Alga memiliki pigmen hijau daun yang disebut krolofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Selain itu alga juga memiliki pigmen lain yang dominan. Berdasarkan dominansi pigmennya, alga dapat dibedakan menjadi alga cokelat, alga merah, alga keemasan, alga diatom, dan alga hijau.
a.       Alga cokelat (phaeophyta)
Alga cokelat merupakan alga yang memiliki talus yang terbesar dibandingkan jenis dapat mencapai panjang 100 meter dan kecepatan tumbuh mencapai 15 cm per hari. Alga cokelat yang sering ditemukan ditepi pantai sedang mengalami fase diploid dari siklus hidupnya.

Ciri-ciri alga cokelat adalah sebagai berikut:
1.       Ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai makroskopis. Berbentuk tegak dan bercabang atau filamen tidak bercabang.
2.       Memiliki kloroplas tunggal
3.       Memiliki pirenoid yang terdapat didalam kloropas
4.       Bagian dalam dinding sel tersusun dari lapisan selulosa
5.       Mempunyai jaringan transportasi air

Habitat
Alga  cokelat umumnya hidup diair laut, terutama laut yang bersuhu agak dingin dan sedang. Hanya ada beberapa jenis alga yang hidup diair tawar.
Didaerah subtropis, alga cokelat hidup didaerah intertidal, yaitu daerah litoral sampai sublitoral. Didaerah tropis, alga biasanya hidup dikedalaman 220 meter pada air yang jernih.

Cara hidup
Alga cokelat bersifat autotrof. Fotosintesis terjadi dihelaian yang menyerupai daun. Gula yang dihasilkan ditransportasikan ketangkai yang menyerupai batang.

Peranan alga cokelat dalam kehidupan
Alga cokelat bermanfaat bagi industri makanan dan farmasi. Algin yang merupakan bagian koloid dari alga cokelat digunakan dalam pembuatan es krim, pil, tablet, salep, obat pembersih gigi, losion, dan krim sehabis dicukur. Selain itu, alga digunakan untuk makanan ternak dan sebagai pupuk karena kandungan nitrogen dan kalumnya tinggi sedangkan fosfornya rendah.

b.       Alga merah (Rhodophyta)
Ciri-ciri alga merah:
1.       Tidak memiliki flagela
2.       Talus berupa helaian atau berbentuk seperti pohon.
3.       Dinding sel terdiri dari komponen yang berlapis-lapis
4.       Memiliki pigmen fotosintetik fikobilin dan memiliki pireboid yang terletak didalam kloroplas.

Cara hidup
Alga merah umumnya bersifat autotrop. Akan tetapi ada pula yang heterotrof yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya bersifat parasit pada alga lain.

Peranan alga merah dalam kehidupan
Alga merah jenis tertentu dapat menghasilkan agar yang bermanfaat antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik, misalnya eucheuma spinosum. Selain itu juga dipakai dalam industri agar, yaitu sebagai bahan yang dipakai untuk mengeraskan/memadatkan media pertumbuhan bakteri.

c.       Alga keemasan (Chrysophyta) 
Ciri-ciri alga keemasan
1.       Bentuk talus ada yang berupa batang atau telapak tangan.
2.       Alga keemasan bersel satu
3.       Pada kloroplas alga keemasan jenis tertentu, ditemukan pirenoid yang merupakan tempat persediaan makanan.

Peranan alga keemasan dalam kehidupan
Alga keemasan merupakan penyusun utama plankton yang berperan penting sebagai produsen dilingkungan perairan laut.

d.        Alga diatom (bacillariophyta)
Ciri-ciri umum diatom:
1.       Talus bersel satu
2.       Inti sel berada dipusat sitoplasma
3.       Kloroplasnya mempunyai bentuk yang bervariasi, yaitu cakram, huruf H, periferal, dan pipih.

Habitatnya
Hidup diair tawar, laut, daratan yang lembap.
Peranan diatom dalam kehidupan adalah diatom yang sudah mati dilautan akan mengedap didasar laut menjadi tanah diatom. Tanah diatom berguna sebagai bahan penggosok, bahan sebagai pembuat isolasi, penyekat, dinamit, pembuatan saringan, bahan penyedap suara,dan bahan pembuatan cat.

e.       Alga hijau (chlorophyta)
Ciri-ciri alga hijau adalah:
1.       Ada yang bersel satu, ada yang membentuk koloni.
2.       Bentuk tubuhnya ada yang bulat, filamen, lembaran, dan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi.
3.       Bentuk dan ukuran kloroplas beraneka ragam.
4.       Didalam sitoplasma sel yang dapat bergerak terdapat vakuola kontraktil.
5.       Inti sel alga hijau memiliki dinding, sehngga bentuknya tetap.
6.       Pada alga hijau yang motil terdapat dua flagela yan sama panjang.

C.       Protozoa (protista mirip hewan)
Protozoa adalah penyusun zooplankton, makanan protozoa meliputi bakteri, jenis protista lainnya, atau detritus.
Berdasrkan alat geraknya, protozoa dapat dibagi menjadi 5 kelompok yaitu sebagai berikut:
1.       Rhizopoda: alat gerak berupa kaki semu
2.       Flagellata: alat gerak berupa bulu cambuk atau flagela.
3.       Ciliata: alat gerak berupa rambut getar
4.       Sporozoa: tidak memiliki alat gerak
5.       Suctoria: memiliki bulu getar hanya pada tahap awal hidupnya

Reproduksi protista Seksual & Aseksual
  A.  Reproduksi Seksual ( Generatif )
Reproduksi biologis atau reproduksi seksual dalah suatu proses biologis penggunaan seks secara rutin dimana individu organisme baru diproduksi.

Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya. Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual.

Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual.

Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, bereproduksi secara aseksual.

Pada reproduksi seksual/generatif terjadi persatuan dua macam gamet dari dua individu yang berbeda jenis kelaminnya, sehingga terjadi percampuran materi genetik yang memungkinkan terbentuknya individu baru dengan sifat baru.

Pada organisme tingkat tinggi mempunyai dua macam gamet, gamet jantan atau spermatozoa dan gamet betina atau sel telur, kedua macam gamet tersebut dapat dibedakan baik dari bentuk, ukuran dan kelakuannya, kondisi gamet yang demikian disebut heterogamet.

Peleburan dua macam gamet tersebut disebut singami. Peristiwa singami didahului dengan peristiwa fertilisasi (pembuahan) yaitu pertemuan sperma dengan sel telur.

Pada organiseme sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan gamet betina karena keduanya sama, dan disebut isogamet. Bila salah satu lebih besar dari lainnya disebut anisogamet.

  B.     Reproduksi Aseksual ( Vegetatif )
Reproduksi Vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina). Reproduksi Vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan.


Vegetatif Alami
Vegetatif Alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia.
Pada tumbuhan
* Umbi batang. Contoh: ubi jalar, kentang
* Umbi lapis. Contoh: bawang merah, bawang putih
* Umbi akar. Contoh: wortel, singkong
* Geragih atau stolon. Contoh: arbei, stroberi
* Rizoma. Contoh: lengkuas, jahe
* Tunas. Contoh: kelapa
* Tunas adventif. Contoh: cocor bebek

Pada hewan
* Tunas. Contoh: Hydra, Ubur-ubur, Porifera
* Fragmentasi. Contoh: Planaria, mawar laut
* Membelah diri. Contoh: Amoeba
* Parthenogenesis. Contoh: serangga seperti lebah, kutu daun

Vegetatif Buatan
Vegetatif Buatan adalah reproduksi aseksual yang terjadi karena bantuan pihak lain seperti manusia.
* Stek
* Cangkok
* Okulasi
* Enten
* Merunduk
* Kloning
Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan sifat yang sama dengan induknya. Individu-individu sejenis yang terbentuk secara reproduksi aseksual dikatakan termasuk dalam satu klon, sehingga anggota dari satu klon mempunyai susunan genetik yang sama.
Reproduksi aseksual dapat dibagi atas lima jenis, yaitu :
1. Fisi
2. Pembentukan spora
3. Pembentukan tunas
4. Fragmentasi
5. Propagasi vegetatif


1. Fisi
Fisi terjadi pada organisme bersel satu. Pada proses fisi individu terbelah menjadi dua bagian yang sama.
Contoh :
– Pada pembelahan sel bakteri.
– Pada Plasmodum, reproduksi dengan fisi berganda, yaitu inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma. Proses ini disebut skizogoni, sel yang mengalami skizogoni disebut skizon.

2. Pembentukan spora
Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru, spora dihasilkan oleh jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri.

3. Pembentukan tunas
Organisme tertentu dapat membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. Pembentukan tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata).

4. Fragmentasi
Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih, kemudian setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya. Peristiwa fragmentasi bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. Fragmentasi terjadi antara lain pada hewan spons (Porifera), cacing pipih, algae berbentuk benang.

5. Propagasi vegetatif
          Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru. Propagasi vegetatif alamiah dapat terjadi dengan menggunakan organ-organ sebagai berikut :
a.       Stolon
         Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah dan strawberi.

b.      Akar tinggal atau rizom
          Rizom adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas dan antar ruas. Rizom terdapat pada bambu, dahlia, bunga iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe dan kencur.
c.       Tunas yang tumbuh di sekitar pangkal batang
          Tunas ini membentuk numpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon bambu.
d.      Tunas liar
          Tunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh: tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan begonia.
e.       Umbi lapis
           Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh: tumbuhan lili, tulip dan bawang.
f.       Umbi batang
           Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. Pada umbi terdapat mata tunas – mata tunas yang
akan berkembang menjadi tanaman baru.
Contoh: kentang dan Caladium.