Membelah diri
Reproduksi dengan cara
membelah diri hanya terjadi pada Protozoa (hewan bersel satu), misalnya Amoeba,
Puramaecium, dan Euglena. Proses pembelahan diawali dengan proses pembelahan
inti sel (nukleus) rnenjadi dua, kemudian diikuti pembelahan sitoplasma menjadi
dua bagian yang masing-masing menyelubungi dua nukleus tersebut. Selanjutnya,
bagian tengah sitoplasma menggenting (menyempit), diikuti pemisahan yang
membentuk dua individu. Pada saat keadaan lingkungan kurang menguntungkan,
Amoeba akan melindungi diri dengan membentuk kista yang berdinding sangat kuat.
Di dalam kista tersebut, Amoeba membelah diri berulang-ulang menghasilkan
banyak individu baru dengan ukuran yang lebih kecil. Ketika kondisi lingkungan
membaik. dinding kista akan pecah dan individu-individu baru tersebut keluar.
kemudian tumbuh dan berkembang menjadi Amoeba dewasa.
Fragmentasi
Pada fragmentasi. individu baru terbentuk dari potongan tubuh induknya. Masing-masing potongan tubuh akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah cacing Planctria. Cacing Planaria mempunyai daya regenerasi yang sangat tinggi. Seekor cacing Planaria yang dipotong menjadi dua bagian, masing-masing potongan akan tumbuh dan berkembang menjadi dua ekor cacing Planaria. Begitu juga ketika dipotong menjadi tiga bagian, masing-masing tumbuh dan berkembang menjadi tiga ekor cacing Planaria. Cacing Planaria bersifat hermafrodit, artinya dalam satu individu terdapat dua macam alat reproduksi, yaitu alat reproduksi jantan dan betina dan dapat melakukan reproduksi secara generatif.
Pembentukan Tunas
Contoh hervan yang
melakukan reproduksi dengan membentuk tunas ialah Hydra. Individu baru Hydra
terbentuk dari bagian tubuh Hydra dewasa. Setelah cukup besar, tunas akan
melepaskan diri dari tubuh induknya. Hewan lain yang melakukan reproduksi
dengan tunas misalnya ubur-ubur, hewan karang, dan anemon laut. Pada hewan
karang, tunas tumbuh di dalam tubuh, disebut tunas dalam (gemulae). Jika induk
hewan karang mati, gemulae akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
pembelahan berganda
pembelahan berganda
(pembelahan multipel) yang menghasilkan spora. Contoh hewan yang melakukan
reproduksi dengan sporulasi adalah Plasmodium. hewan bersel satu yang dikenal
sebagai penyebab penyakit malaria. Dalam siklus hidupnya, Plasmodium mengalami
dua fase. yaitu fase generatif dan fase vegetatif. Fase generatif berlangsung
di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. sedangkan fase vegetatif berlangsung di
dalam tubuh penderita penyakit malaria.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar